28 Mei 2026

By HIKKO RAZAKI, S.Kom

8 kali dilihat

Tingkatkan Efisiensi dan Keamanan Digital, Diskominfo Luncurkan Sistem Informasi Manajemen Tata Kelola Informatika (SIMANTIK)

SOLOK — Dalam upaya memperkuat ekosistem Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi meluncurkan inovasi terbaru berupa aplikasi Sistem Informasi Manajemen Tata Kelola Informatika. Kehadiran platform ini digadang-gadang akan menjadi pusat kendali administratif untuk seluruh infrastruktur, layanan, dan aset digital milik pemerintah daerah.

Langkah strategis ini diambil untuk mengatasi tantangan pendataan aset digital yang selama ini seringkali terpecah, serta untuk meningkatkan respons terhadap ancaman keamanan siber yang semakin dinamis. Aplikasi ini secara khusus akan mengintegrasikan dan memantau tata kelola teknologi informasi yang tersebar di 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam peluncurannya, Diskominfo memaparkan bahwa aplikasi ini dirancang dengan empat fungsi utama yang komprehensif, yaitu:

1. Inventarisasi dan Rekam Jejak Aplikasi Terpusat Sistem ini mampu mendata seluruh aplikasi yang dibangun atau dikembangkan, baik secara mandiri (in-house) oleh Diskominfo maupun yang dikerjakan oleh pihak ketiga (vendor). Pendataan dilakukan secara sangat rinci dan transparan. Informasi yang direkam mencakup nama aplikasi, fungsi utama, jenis platform, OPD teknis yang menjadi pengampu layanan, hingga identitas programmer yang membangun sistem tersebut. Selain itu, sistem juga mencatat jenis layanan, tahun pembuatan, serta tanggal mulai dan selesainya proyek pengembangan aplikasi.

2. Manajemen Aset Server Fungsi kedua dari aplikasi ini adalah melakukan pendataan dan pemantauan terhadap seluruh server yang dimiliki dan dikelola oleh Diskominfo. Dengan adanya fitur ini, alokasi penggunaan server, kapasitas, dan status pemeliharaannya dapat dipantau secara langsung ( real-time), sehingga mencegah terjadinya kelebihan beban kapasitas operasional.

3. Pemetaan Jaringan dan Peralatan Selain perangkat lunak dan server, sistem ini juga mendata seluruh topologi jaringan serta peralatan keras ( hardware ) pendukung jaringan yang terpasang di berbagai titik instansi. Pemetaan ini akan sangat memudahkan tim teknis dalam melakukan pemeliharaan rutin maupun pelacakan masalah ( troubleshooting ) apabila terjadi gangguan konektivitas internet atau intranet di lingkungan pemerintahan.

4. Pusat Data Histori Keamanan Siber Salah satu fitur paling krusial dalam aplikasi ini adalah kemampuannya untuk mendata histori serangan keamanan siber ( cyber security ). Setiap anomali jaringan, upaya peretasan, atau serangan malware yang pernah menargetkan sistem pemerintahan akan dicatat secara detail. Data historis ini nantinya akan dianalisis untuk memperkuat sistem pertahanan firewall dan merumuskan kebijakan mitigasi risiko di masa mendatang.

"Dengan adanya Sistem Informasi Manajemen Tata Kelola Informatika ini, seluruh aset digital kita tidak hanya tercatat dengan rapi, tetapi juga lebih terukur pengembangannya dan terjamin keamanannya. Ini adalah langkah besar menuju tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel," ujar perwakilan Diskominfo dalam keterangan resminya hari ini.

Ke depannya, aplikasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar mampu memberikan rekomendasi otomatis terkait pembaruan sistem dan jadwal pemeliharaan rutin, memastikan seluruh layanan publik berbasis digital dapat berjalan optimal tanpa hambatan.

Lapor Kendala Jaringan dan Aplikasi Pemko Solok